Artikel

Benarkah Paraben Membuat Kanker Payudara?

19 October 2020

Hallo beauty people.. Selamat datang di channel youtube Dokterkulit Firda, Di segmen “know you know” kita akan kupas tuntas tentang “Paraben Dalam Kosmetik: Benarkah Berbahaya ?? "

Sebelum mengenal lebih jauh tentang Paraben dan Turunannya Kita harus tahu dulu apa sich yang dinamakan kosmetik itu?

PERATURAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (bpom) NOMOR 23 TAHUN 2019 TENTANG PERSYARATAN TEKNIS BAHAN KOSMETIKA

Benarkah Paraben Membuat Kanker Payudara?

Benarkah Paraben Membuat Kanker Payudara?

 

 

Pasal 1

1.Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia seperti epidermis, rambut, kuku, bibir,dan organ genital bagian luar,atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan,dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik

2. Bahan Kosmetika adalah bahan atau campuran bahan yang berasal dari alam dan/atau sintetik yang merupakan komponen Kosmetika termasuk Bahan Pewarna, Bahan Pengawet, dan Bahan Tabir Surya.

Pasal 6

Benarkah Paraben Membuat Kanker Payudara?

1. Dalam hal Kosmetika impor mengandung Bahan Kosmetika berupa isopropylparaben, isobutylparaben, dan/atau benzylparaben, Kosmetika dapat dinotifikasi di Indonesia.

2. Notifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi ketentuansebagai berikut:a.isopropylparaben, isobutylparaben, dan/atau benzylparaben diizinkan sebagai Bahan Kosmetika di negara asal.

Apa sih hubungan paraben dengan kosmetik?

  • Paraben digunakan sebagai pengawet (antipreservative) pada produk kosmetik dan farmasi.
  • Paraben membantu mencegah timbulnya jamur dan bakteri dan menjaga kualitas produk.

Paraben

Contoh paraben dan turunannya methylparaben, propylparaben, butylparaben,

DI INDONESIA -> isopropylparaben, isobutylparaben, dan/atau benzylparaben phenylparaben,, dan juga penthylparaben.

Benarkah Paraben Membuat Kanker Payudara?

  • Sampai sekarang masih kontroversi tentang paraben
  • Selain pada kosmetik, paraben juga banyak terdapat dalam krim wajah, pasta gigi, body lotion, hingga sabun dan sampo!  
  • Keuntungan dari penggunan paraben dalam produk -> Ketahanan produk mencapai lebih dari dua tahun.  

Benarkah Paraben Membuat Kanker Payudara?

Kontroversi

  • Bermula dari penelitian Dr. Philippa D. Darbre dari Inggris pada Tahun 2004 berjudul "Concentration of Parabens in Human Breast Tumor" menemukan bahwa ada jejak paraben pada 20 sample jaringan tumor payudara.
  • yang sumbernya pun tidak bisa dipastikan apakah berasal dari produk kosmetik atau tidak.  
  • Meski penelitian ini mengundang kehebohan namun belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa paraben dapat menyebabkan kanker payudara.
  • Darbre, sebagai respon terhadap penelitiannya yang disalahgunakan, mengklarifikasi lewat surat yang ia kirim ke Journal of Applied Toxicology:
  • Tidak ada di bagian manuskrip yang mengklaim bahwa adanya paraben akan menyebabkan kanker payudara, memang pengukuran senyawa tersebut di dalam jaringan tidak bisa menyediakan cukup bukti sebab-akibat.)

Benarkah Paraben Membuat Kanker Payudara?

  • Paraben bersifat  estrogenik, atau memiliki sifat yang sama seperti estrogen
  • Ketika masuk ke dalam tubuh, paraben memiliki fungsi seperti hormon estrogen
  • Itulah yang dikhawatirkan akan menjadi pemicu kanker payudara
  • Menurut Skin Incorporated., situs yang memuat informasi tentang sains dan teknologi -> paraben akan keluar dari tubuh dalam waktu 36 jam.
  • Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa aktivitas estrogen yang ada dalam paraben ternyata 100,000 kali lebih lemah dari estrogen yang diproduksi secara natural dari dalam tubuh.
  • Artinya, untuk bisa menimbulkan efek estrogenik yang berhubungan dengan kanker payudara, dosis paraben dalam kosmetik harus ditambahkan beribu-ribu kali lipat
  • Hingga kini, paraben dalam kosmetik selalu menjadi pro dan kontra.
  • Paraben adalah zat yang aman asalkan masih dalam batas yang wajar dan digunakan dalam jangka pendek.

Keamanan

  • FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat -> memperbolehkan penggunaan paraben asalkan dalam batas yang ditentukan yaitu tidak lebih dari 0,3%.
  • Di Indonesia ->Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperbolehkan penggunaan paraben pada produk kecantikan tidak boleh lebih dari 0,14 % untuk paraben tunggal dan 0,8 %untuk paraben campuran.
  • Tahun 2014 Negara Uni Eropa melarang penggunaan paraben dalam produk kosmetik dan personal care yang memiliki kandungan isopropylparaben, isobutylparaben, phenylparaben, benzylparaben, dan pentylparaben.
  • BPOM ->Tidak boleh digunakan pada Kosmetika non bilas yang diaplikasikan pada area yang tertutup oleh popok (nappy area) bagi anak-anak di bawah usia 3 tahun

Ada 2 cara paraben terserap ke dalam tubuh, melalui :

  • Kulit -> Kosmetik, produk kecantikan, dan perawatan
  • Mulut -> Makanan seperti kacang kedelai, kacang-kacangan, bluberi, wortel dan ketimun
  • Jangan khawatir paraben termetabolisme sempurna sebelum masuk ke sistem peredaran dan dikeluarkan melalui urin.  

Paraben adalah penyebab kanker, mitos atau fakta

  • Aman atau tidaknya paraben mungkin masih bisa dinilai secara subjektif.
  • Tapi, penggunaan kosmetik dan skin care yang tidak mengandung paraben lebih direkomendasikan untuk meminimalisir dampak buruk yang muncul di kemudian hari.

Bahaya Paraben Untuk Kesehatan

1. Kanker payudara

  • Walaupun  belum bisa disimpulkan bahwa penggunaan produk yang mengandung paraben serta-merta dapat mengakibatkan terjadinya kanker payudara.

2. Mengganggu sistem reproduksi

  • Ketika masuk ke dalam tubuh, paraben memiliki fungsi seperti hormon estrogen sehingga dapat mengganggu kerja hormon tersebut di dalam tubuh ->  Akibatnya timbul gangguan sistem reproduksi, gangguan fertilitas, hingga gangguan menstruasi.
  • Pada ibu hamil -> paraben juga disebut-sebut dapat mengakibatkan munculnya berbagai komplikasi kehamilan -> lahir prematur hingga janin dengan berat badan lahir yang rendah (BBLR).

3.Iritasi Kulit

  • Penggunaan paraben yang terus-menerus -> kulit menjadi lebih sensitif.
  • Salah satu efek samping jangka pendek yang mungkin Anda rasakan -> iritasi kulit di area yang sering dioleskan kosmetik yang mengandung paraben.

Amankah paraben untuk ibu hamil dan menyusui?

Benarkah Paraben Membuat Kanker Payudara?

  • Sebaiknya  Bumil dan Busui menggunakan produk skin care yang paraben free.
  • Paraben free adalah istilah yang menandakan bahwa suatu produk tidak mengandung paraben dan turunannya sedikitpun.  
  • Biasanya, paraben free ditunjukkan dalam bentuk label atau tulisan pada kemasan produk.

Tips memilih Kosmetik dan Skin Care Bebas Paraben

Benarkah Paraben Membuat Kanker Payudara?

1. Pilih produk perawatan kulit dan tubuh /skin care yang memiliki keterangan paraben free dan pastinya sudah terdaftar di BPOM ->

  • Cek komposisi pada bagian kemasan dan pastikan tidak ada kandungan yang memiliki akhiran –paraben
  • Walau penggunaan paraben sejatinya tidak menimbulkan apapun dalam jangka pendek. Akan tetapi, alangkah baiknya jika kita memberikan perhatian lebih pada kesehatan diri kita sendiri apalagi kalau untuk bumil dan busui

Benarkah Paraben Membuat Kanker Payudara?

2. Produk memiliki masa kadaluarsa yang cepat

  • Paraben berfungsi sebagai pengawet sehingga produk akan tahan lebih lama hingga bertahun-tahun tanpa terkontaminasi bakteri atau jamur.
  • Tentu saja, produk tanpa paraben akan memiliki masa aktif yang lebih pendek, yaitu jangka waktu 6 bulan, 1 tahun, hingga kurang dari 2 tahun.

Benarkah Paraben Membuat Kanker Payudara?

Point Pentingnya : 

  • Dalam kosmetik, kandungan paraben yang ada sangat rendah, yaitu hanya sekitar 1% ->  konsentrasinya sangat kecil.
  • Satu kekhawatiran sudah terjawab  yukk kita berpikir cerdas
  • Sekarang kembali kepada beauty people Untuk memilih produk skincare

Adakah Bahan Pengawet yang aman ?

  • Tentu saja ada.
  • Biasanya, ada zat-zat tertentu yang lebih bisa diterima untuk tubuh seperti sodium benzoate, potassium sorbate, dan sodium hydroxymethylglycinate.
  • Selain itu, paraben juga bisa digantikan dengan pengawet alami seperti vitamin E, minyak esensial dari tumbuhan, ataupun asam organik.

Beberapa kasus efek samping paraben pada Bumil dan Busui :

  • Bumil -> paraben yang mengendap di dalam tubuh bisa masuk ke janin melalui plasenta. -> berubah menjadi racun yang menghambat pertumbuhan saraf bayi dan bisa mengakibatkan cacat lahir, keguguran, bahkan bayi lahir dengan berat badan rendah -> karena saat masa pertumbuhan dalam kandungan, sistem endokrin pada janin tidak terbentuk secara sempurna.
  • Bagi ibu menyusui, -> paraben bisa masuk ke tubuh bayi melalui air susu ibu (ASI) yang dikonsumsi oleh bayi. Paraben akan terkontaminasi di dalam sel darah dan bisa menyebar ke bagian tubuh manapun.
  • Akibatnya, zat ini bisa menghambat perkembangan otak dan saraf bayi dan mengakibatkan bayi memiliki keterlambatan pertumbuhan hingga IQ rendah.

Paraben adalah penyebab kanker, mitos atau fakta?

  • Journal of Applied Toxicology (2004) menyebutkan bahwa paraben bersifat estrogenik, atau memiliki sifat yang sama seperti estrogen, -> jadi jika sistemnya rusak dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti rusaknya kelenjar tiroid, kanker payudara, serta masalah reproduksi.

Benarkah Paraben Membuat Kanker Payudara?

 

- Terima kasih sudah membaca artikel ini, mari kita bersama melawan covid-19 dengan self distancing, di rumah saja, cuci tangan, dan jaga kesehatan, untuk pembahasan lebih detailnya bisa ditonton Youtube Dokterkulit Firda / Lewat Video Dibawah ini :

 

Image placeholder
Dr. Firda N. Kusdwiharto, Sp. KK, FINSDV

Founder Klinik Spesialis Kulit & Kelamin, Estetika dan Anti Aging