Artikel

Ketahui Perbedaan AHA, BHA dan PHA

20 Desember 2020

Hallo beauty people.. Selamat datang di channel youtube dokterkulit firda Di segmen “know you know” kita akan kupas tuntas tentang “Apa sih AHA,PHA dan BHA"

Di segmen kali ini saya akan membahas khusus tentang chemical eksfoliasi/ eksfoliasi kimia agar beauty people tidak salah dalam membeli produk skin care.

Kita tahu bahwa proses regenerasi pergantian sel kulit baru itu berlangsung selama 28 hari Selanjutnya lapisan kulit terluar yang berupa lapisan tanduk/keratin akan terlepas dari kulit kita.

Tapi Pada beberapa individu, keratin tidak bisa lepas begitu saja.  Penyebabnya ok tidak rajin membersihkan wajah, kondisi lingkungan yang penuh udara kotor, radikal bebas, dan cuaca ekstrem yang menyebabkan kulit terlihat tua dan kusam -> perlu dilakukan eksfoliasi.

Eksfoliasi

Eksfoliasi adalah proses pengangkatan sel kulit mati pada permukaan wajah (keratolitik).  Dengan rutin melakukan eksfoliasi, wajah kita terhindar dari kusam yang disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati. membantu mencerahkan kulit dengan menyingkirkan sel kulit mati yang sudah tidak mendapatkan nutrisi dari tubuh kita -> kulit tampak gelap dan kusam Juga bisa membuat pori-pori kita terlihat lebih kecil.

Chemical exfoliant/eksfoliant kimia

Eksfoliator kimia biasanya mengandung acid atau asam dalam kadar tertentu. Sedangkan jenis produknya sendiri bisa berupa serum atau exfoliate toner. Berbeda dengan eksfoliasi fisik yang cenderung menangani permukaan kulit, bahan-bahan pada eksfoliator kimia cenderung bekerja sampai pada lapisan kulit lebih dalam. Eksfoliasi kimia -> terdiri atas beberapa kelompok asam Meliputi : AHA, BHA & PHA yang termasuk kelompok asam hidroksi. AHA merupakan singkatan dari alpha hydroxy acids. BHA  singkatan dari beta hydroxy acids. PHA singkatan dari poli hydroxy acids.

KETAHUI PERBEDAAN AHA, BHA DAN PHA

Baik AHA, BHA dan PHA dapat kita temukan dalam berbagai produk kecantikan -> produk pembersih wajah, serum, pelembap, scrub, peel, dan masker wajah Untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat, cerah, dan terawat, eksfoliasi secara rutin adalah kuncinya.

KETAHUI PERBEDAAN AHA, BHA DAN PHA

AHA (Alpha Hydroxy Acids)

adalah senyawa asam yang bersifat hydrophilic, sehingga lebih mudah penetrasi ke dalam lapisan kulit, merusak ikatan antar sel-sel keratin sehingga lebih mudah tereksfoliasi. AHA memiliki tekstur water-solube yang bekerja pada lapisan terluar kulit. Selain mendorong proses eksfoliasi atau pembaharuan kulit, kandungan AHA juga memiliki manfaat untuk menghidrasi kulit.

Oleh karena itu aha ->  mampu mengurangi kerutan dan garis halus di wajah, meratakan tekstur kulit, membantu mengurangi kemerahan dan bekas jerawat, hiperpigmentasi ringan (bintik penuaan karena usia, melasma, dan bekas luka), pori-pori membesar, dan rona kulit tidak merata. Karena AHA bersifat water soluble ->  tidak mampu menembus bagian kulit yang lebih dalam -> oleh karena itu tidak mampu menembus kelenjar minyak wajah Yang perlu diingat, kandungan AHA dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap matahari, sehingga Anda perlu mengimbanginya dengan penggunaan tabir surya setiap hari.

Untuk kulit sensitf dan kering -> sedikit lebih berhati-hati  -> Gunakan produk dengan bertahap untuk menghindari iritasi pada kulit. Secara keseluruhan -> Produk yang mengandung AHA biasanya disebutkan aman untuk semua jenis kulit. Yang ada dalam kelompok AHA Asam glikolat (glicolic acid), jenis asam AHA yang paling umum dan dibuat dari gula tebu. Asam glikolat juga memiliki sifat antimikroba. Asam malat (malic acid), dibuat dari buah apel. Mungkin kurang efektif digunakan sendirian, namun bisa membantu efektivitas asam lain. Asam laktat (lactic acid), dibuat dari laktosa pada susu.Asam tartarat (tartaric acid) yang dibuat dari ekstrak buah anggur. Asam mandelat (mandelic acid), dibuat dari ekstrak almond. Asam sitrat (citric acid), dibuat dari buah-buah sitrus -> Asam sitrat golongan AHA utamanya digunakan untuk menyeimbangkan keasaman kulit serta meratakan bercak kulit yang kasar.

BHA (Beta Hidroxy Acids)

Jika AHA bersifat water-soluble(larut dalam air), maka BHA lebih oil-soluble (larut dalam minyak ), yang artinya ia mampu melakukan penetrasi ke bagian dalam pori-pori kulit. Kandungan BHA bersifat lipofilik (lebih terikat lemak) Contoh : asam salisilat (salicylic acids).

Memiliki 2 sifat secara umum: keratoplasty (membantu proses penyembuhan luka dan pembetukan lapisan kulit) pada konsentrasi 1-2 persen keratolitik / mengangkat sel kulit mati dengan mengikis lapisan teratas kulit dimana sel-sel kulit mati berada : pada konsentrasi lebih besar (konsentrasi 3-5 persen). Lebih cocok digunakan pada kondisi kulit yang berminyak dan berjerawat karena dia juga mempunyai efek anti inflamasi.

Fungsi BHA

BHA mampu melarutkan kandungan minyak wajah yang menjadi biang keladi tersumbatnya pori-pori wajah -> tepat untuk membantu mengatasi komedo, jerawat dan milia, membersihkan pori-pori, hingga memperbaiki tekstur kulit. BHA dapat menyebabkan kulit terasa kering. -> perlu dikombinasi dengan produk skin care lain yang dapat melembapkan kulit.

KETAHUI PERBEDAAN AHA, BHA DAN PHA

Produk Asam salisilat, konsentrasi dari 0,5% hingga 5%.

Asam sitrat. -> Asam ini memang utamanya termasuk AHA, namun beberapa formula asam sitrat juga termasuk BHA. -> Asam sitrat dalam BHA berfungsi untuk membersihkan sel kulit mati dan mengendalikan produksi minyak berlebih.

Sebagai asam eksfoliasi, AHA dan BHA memiliki beberapa persamaan manfaat untuk kulit, misalnya saja:

  • Mengurangi peradangan yang menjadi penanda utama jerawat, rosacea, dan masalah kulit lainnya
  • Meratakan warna kulit
  • Mengurangi penampakan pori-pori besar dan kerutan permukaan
  • Menyingkirkan sel kulit mati.
  • Memperbaiki tekstur kulit secara keseluruhan
  • Melancarkan pori-pori untuk mencegah jerawat
  • Baik AHA maupun BHA sama-sama bermanfaat untuk tubuh, sehingga tidak ada yang lebih baik dibanding satu dengan yang lain. Keduanya efektif untuk mengeksfoliasi kulit. Perbedaan keduanya tergantung kegunaan terhadap kulit.

PHA

Kandungan PHA memiliki fungsi yang sama dengan AHA. PHA memiliki molekul yang lebih besar dibandingkan AHA, sehingga dalam penyerapannya lebih sedikit jika dibandingkan AHA. Karena ukuran molekul PHA lebih besar dibandingkan AHA sehingga PHA lebih cocok untuk digunakan pada kulit sensitif  -> Efek yang ditimbulkan PHA lebih ringan oleh karena PHA hanya bekerja pada lapisan terluar kulit dan tidak terpenetrasi terlalu dalam. Berkat ukuran molekul PHA yang lebih besar dari AHA menyebabkan PHA menjadi eksfoliator yang paling lembut dan minim iritasi karena tidak mengeksfoliasi terlalu dalam.  Selain itu, PHA jga mengandung khasiat anti-inflammatory dan anti-oksidan yang dapat membantu merawat kulit dalam proses eksfoliasi.

KETAHUI PERBEDAAN AHA, BHA DAN PHA

Kapan Penggunaan Produk dengan Kandungan AHA, BHA, dan PHA?

Jawabannya bergantung pada apa permasalahan kulit Beauty people -> Karena  ketiga eksfoliator ini memiliki keunggulannya masing-masing. Kulit kusam dan bekas jerawat -> solusinya adalah memilih produk dengan kandungan AHA.

Kulit komedo alias blackhead,berjerawat -> kandungan BHA yang dapat bekerja lebih dalam dapat menjadi jawabannya. Ingin melakukan eksfoliasi namun memiliki jenis kulit sensitif -> pilih produk dengan kandungan PHA yang paling lembut dan minim iritasi, namun tetap dapat mengeksfoliasi dengan efektif.

Efek samping

Efek samping Kandungan bahan-bahan asam pada AHA, BHA, dan PHA  iritasi dengan tingkat yang berbeda.  Kulit yang mengalami iritasi akan lebih rentan terhadap paparan sinar matahari, sehingga wajib menggunakan sunblock.  PHA memiliki efek samping paling ringan dibandingkan AHA dan BHA. Selain sebagai eksfoliator, ketiga komponen AHA,BHA,PHA ini juga bisa berperan sebagai pelembab dalam konsentasi yang kecil -> Oleh karena itu, penggunaannya relatif aman jika berulang setiap hari, baik pagi, sore, dan malam hari -> tetapi dimulai dengan konsentrasi kecil dahulu Pengelupasan paska penggunaan produk -> itu  karena adanya proses regenerasi sel atau dikenal dengan keratinisasi.

Cara menggunakan AHA dan BHA

Bagi pemula  dianjurkan untuk tidak langsung menggunakan AHA dan BHA langsung setiap hari. Aplikasikan  AHA setiap dua hari sekali hingga kulit terbiasa.  Pun begitu dengan BHA, gunakan beberapa kali dalam satu minggu sampai kulit mulai menerima kandungan ini. Penggunaan bertahap dapat mengurangi risiko efek samping pada kulit, seperti iritasi. Pilihlah produk dengan konsentrasi AHA maksimal 10 hingga 15 persen. Asam salisilat, yang termasuk golongan BHA, biasanya memiliki konsentrasi 0,5 hingga 5 persen.Selalu aplikasikan tabir surya, setelah Anda menggunakan produk yang mengandung AHA, BHA.

Bisakah AHA dan BHA dikombinasikan?

Berdasarkan  jurnal Clinics in Dermatology AHA dan BHA boleh jadi optimal digunakan bersamaan -> Hal ini karena dapat peningkatan produksi kolagen, jenis protein yang penting untuk kulit. Namun, Anda tidak disarankan untuk mengaplikasikan produk tinggi AHA kemudian melapisinya dengan produk yang tinggi dengan BHA. -> timbul risiko kekeringan dan iritasi pada kulit.

Sebagai tips, Anda bisa menggunakan :

  • produk AHA dan BHA bergantian, hari pertama dengan AHA, dan hari selanjutnya bisa mengaplikasikan BHA.
  • Anda juga bisa menggunakan AHA di pagi hari, kemudian BHA di malam hari, atau sebaliknya.
  • Tips lain yakni berdasarkan area pada kulit -> kulit kombinasi, gunakan AHA pada area yang kering dan BHA pada area yang berminyak.

Point Pentingnya

AHA,BHA, PHA mempunyai kandungan yang berbeda dan  diperuntukkan untuk kondisi kulit yang berbeda. Jadi, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah

  1. Pilih produk yang sesuai terhadap masalah kulitnya.
  2. Cari tahu cara penggunaan produknya dan perhatikan waktu pemakaiannya. Misalnya, untuk AHA ini akan mengakibatkan iritasi jika terkena paparan sinar matahari, jadi hindari pemakaian di siang hari. Sedangkan BHA terbilang aman digunakan pada siang ataupun malam hari.  
  3. Terakhir, perhatikan konsentratnya, apakah berada dalam batas aman atau tidak.

- Terima kasih sudah membaca artikel ini, mari kita bersama melawan covid-19 dengan self distancing, di rumah saja, cuci tangan, dan jaga kesehatan, untuk pembahasan lebih detailnya bisa ditonton Youtube Dokterkulit Firda / Lewat Video Dibawah ini :

 

Image placeholder
Dr. Firda N. Kusdwiharto, Sp. KK, FINSDV

Founder Klinik Spesialis Kulit & Kelamin, Estetika dan Anti Aging