Artikel

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS - Bagian 1

1 Januari 2021

Hallo beauty people.. Selamat datang kembali di channel youtube Dokterkulit Firda. Dalam rangka memperingati hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Des 2020, sebagai bentuk solidaritas dan kampanye Menuju akhir  AIDS 2030 Di segmen “know you know” kita akan kupas tuntas tentang "HIV dan AIDS dalam" 2 episode.

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS - Bagian 1

Sejarah di Indonesia

Kasus HIV pertama di Indonesia teridentifikasi pada 1986. Pada tahun itu, ada laporan kasus seorang perempuan Indonesia di sebuah rumah sakit yang menderita HIV. Kemudian pada 1987 di laporkan di Bali, terdapat seorang wisatawan asal Belanda yang meninggal karena HIV.

History AIDS Dunia

Virus HIV sendiri diketemukan oleh Montagnier,seorang ilmuwan Prancis (institute Pasteur,Paris ,1983) yang mengisolasi virus dari seorang penderita limfadenopati, sehingga dikenal juga dengan Lymphadenopati Associated Virus (LAV). Sedangkan ilmuwan  Gallo (National Institute of Health,USA ,1984) menemuka virus HTL-III (Human T Lymphotropic Virus) yang juga penyebab AIDS

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS - Bagian 1

Kasus AIDS pertama dilaporkan pada  tahun 1981 tepatnya tanggal 5 Juni 1981 di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit , yang dikenal dengan CDC/Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat  yang menggambarkan pneumonia langka pada lima pasien yang kemungkinan karena infeksi oportunistik seperti pneumosistosis dan kandidiasis. Pada tahun 1982, CDC mengadopsi istilah AIDS, Acquired Immune Deficiency Syndrome. Pada tahun 1985, CDC menyelenggarakan Konferensi Internasional Pertama tentang AIDS di Atlanta.

Menurut laporan UNAIDS (The Joint United Nations Programme on HIV and AIDS/ Program Bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk HIV dan AIDS, yang bermarkas di Jenewa,Swiss), pada akhir 2017 ada sekitar 36,9 juta orang yang hidup dengan HIV/AIDS alias ODHA ( Orang Dengan HIV dan AIDS ). Namun dari total populasi itu, hanya sekitar 75% orang yang menyadari mereka mengidap kondisi ini. Laporan tersebut juga mencatat sekitar 940.000 orang di dunia meninggal akibat penyakit yang muncul sebagai komplikasi AIDS.

Pada tahun 2020, Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu  UNAIDS sekitar 38 juta orang terjangkit HIV/AIDS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20,1 juta orang adalah anak perempuan dan wanita dewasa.

Di INDONESIA

Menurut data Kementerian Kesehatan tentang penularan HIV/AIDS dan PIMS pada triwulan II Tahun 2020, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) diperkirakan mencapai 543.100 orang dan 398.784 orang di antaranya telah ditemukan.

Di antara ODHA yang sudah ditemukan, baru 205.945 orang yang mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Berdasarkan  Direktur Eksekutif UNAIDS, Winnie Byanyima mengatakan, sampai hari ini, lebih dari 12 juta orang di seluruh dunia masih menunggu untuk mendapatkan pengobatan HIV. Selain itu, ternyata 1,7 juta orang terinfeksi HIV pada 2019 karena tidak dapat mengakses layanan kesehatan esensial. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Karena itu pendidikan kesehatan reproduksi mesti dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga.

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS - Bagian 1

Apa itu HIV dan AIDS?

Sering HIV dan AIDS dikira sebagai satu kesatuan, padahal HIV dan AIDS adalah dua kondisi yang berbeda. Meski begitu, keduanya memang saling berhubungan.  Sederhananya, HIV adalah kondisi yang bisa menyebabkan penyakit AIDS. HIV itu sendiri adalah jenis virus bernama Human Immunodeficiency Virus. HIV secara spesifik menyerang dan menghancurkan sel CD4 yang menjadi bagian penting dari sistem kekebalan tubuh manusia untuk melawan infeksi.

Virus HIV terbagi menjadi 2 tipe utama, yaitu HIV-1 dan HIV-2. Masing-masing tipe terbagi lagi menjadi beberapa subtipe. HIV-1 bertanggung jawab terhadap mayoritas infeksi HIV di seluruh dunia dengan gejala yang lebih berat. Sedangkan HIV-2 , progresivitas lebih lambat dan jarang, diketahui hanya menyerang sebagian kecil individu, terutama di Afrika Barat. Untuk memudahkan , kedua virus ini disebut HIV saja. Infeksi HIV dapat disebabkan oleh lebih dari 1 subtipe virus, terutama bila seseorang tertular lebih dari 1 orang. Kondisi ini disebut dengan superinfeksi. Meski kondisi ini hanya terjadi kurang dari 4% penderita HIV, risiko superinfeksi cukup tinggi pada 3 tahun pertama setelah terinfeksi.

Apa sih CD4?

Sel CD4  adalah bagian dari sel darah putih yang dihancurkan oleh HIV. Jumlah CD4 normal berada dalam rentang 500–1400 sel per milimeter kubik darah. AIDS terjadi jika hasil hitung sel CD4 di bawah 200 sel per milimeter kubik darah. Hilangnya sel CD4 akan melemahkan fungsi sistem imun hingga sangat drastis. Akibatnya, jika sudah terinfeksi HIV akan membuat tubuh Anda rentan mengalami berbagai penyakit infeksi dari bakteri, virus, jamur, parasit, dan patogen merugikan lainnya.

Tubuh Anda tidak bisa menyingkirkan keberadaan HIV sepenuhnya.  Jadi, jika Anda terinfeksi Human Immunodeficiency Virus, Anda akan memilikinya seumur hidup. Infeksi HIV dalam jangka panjang yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati dengan tepat dapat meningkatkan risiko Anda mengalami AIDS.

Apa AIDS ??

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah suatu kumpulan gejala yang muncul ketika stadium infeksi HIV sudah sangat parah dan tidak ditangani dengan baik. Biasanya kondisi ini ditandai dengan munculnya penyakit kronis lain, seperti kanker dan berbagai infeksi oportunis yang muncul seiring dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh.

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS - Bagian 1

Infeksi oportunistik ??

Infeksi oportunistik adalah infeksi yang disebabkan oleh organisme yang biasanya tidak menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang normal, tetapi dapat menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk. Dengan kata lain, infeksi ini mengambil kesempatan dari lemahnya daya tahan tubuh, untuk bisa berkembang.

Beberapa faktor yang memicu timbulnya infeksi oportunistik :

  • Kekurangan gizi
  • Agen penekan sistem imun untuk resipien transplantasi organ
  • Kemoterapi untuk Kanker
  • AIDS atau infeksi HIV
  • Perawatan antibiotik

Tipe infeksi yang sering menjadi penyebab infeksi oportunistik :

  • Pneumocystis jirovecii, dulunya dikenal sebagai Pneumocystis carinii f. hominis
  • Candida albicans
  • Staphylococcus aureus
  • Streptococcus pyogenes
  • Pseudomonas aeruginosa
  • Acinetobacter baumanni
  • Toxoplasma gondii
  • Cytomegalovirus
  • Aspergillus sp.
  • Sarkoma Kaposi

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS - Bagian 1 Candidiasis Oris

Apa saja tanda-tanda dan gejala HIV/AIDS?

Infeksi HIV pada umumnya tidak menampakkan wujud yang jelas di awal masa paparan. Kebanyakan ODHA tidak menunjukkan tanda atau gejala HIV/AIDS yang khas dalam beberapa tahun pertama terinfeksi. Anda mungkin juga sudah memiliki HIV tetapi masih terlihat sehat, bugar, dan bisa berkegiatan normal selayaknya orang sehat lainnya. 

Infeksi HIV umumnya memakan waktu hingga 2 sampai 15 tahun sampai bisa memunculkan gejala pasti. HIV tidak akan langsung merusak organ tubuh Anda. Virus ini perlahan menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkannya secara bertahap sampai kemudian tubuh Anda menjadi rentan diserang penyakit, terutama infeksi.

Media penularan

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC),  penularan virus HIV dari pengidap hanya bisa diperantarai oleh cairan tubuh yang terinfeksi seperti darah, cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, cairan pra-ejakulasi, dan ASI yang berkontak langsung dengan luka terbuka di selaput lendir, jaringan lunak, atau luka terbuka di kulit luar tubuh orang sehat. Jalur penularan virus paling tinggi dari hubungan seks tanpa kondom (penetrasi vaginal, seks oral, dan anal).

Ingat, penularan HIV hanya bisa terjadi dengan syarat, Anda sebagai orang yang sehat memiliki luka terbuka atau lecet di organ seksual, di mulut, atau di kulit. Biasanya perempuan remaja cenderung lebih rentan terhadap risiko infeksi HIV. Hal ini karena selaput vagina mereka lebih tipis sehingga lebih rentan lecet dan terluka dibandingkan wanita dewasa. Penularan HIV lewat seks anal juga termasuk lebih rentan karena jaringan anus tidak memiliki lapisan pelindung layaknya vagina, sehingga lebih mudah sobek akibat gesekan.

Secara global, cara penularan HIV yang paling umum adalah melalui hubungan seksual antara lawan jenis Bagaimanapun, pola penularan bervariasi antar negara. Pada 2017, sebagian besar penularan HIV di Amerika Serikat terjadi di antara pria yang berhubungan seks dengan pria (82% dari diagnosis HIV baru di antara pria berusia 13 tahun ke atas dan 70% dari total diagnosis baru). Di AS, pria gay dan biseksual berusia 13 hingga 24 tahun menyumbang sekitar 92% dari diagnosis HIV baru di antara semua pria dalam kelompok usia mereka dan 27% dari diagnosis baru di antara semua pria gay dan biseksual. Sekitar 15% pria gay dan biseksual memiliki HIV, sementara 28% wanita transgender dinyatakan positif di AS.

Berita baiknya adalah orang HIV-positif yang memiliki viral load tidak terdeteksi akibat pengobatan jangka panjang secara efektif tidak berisiko menularkan HIV secara seksual. Keberadaan orang HIV-positif yang secara fungsional tidak menular yang menggunakan terapi antiretroviral secara kontroversial dipublikasikan dalam Pernyataan Swiss 2008, dan sejak itu diterima sebagai suara medis.

Penularan Non seksual

Selain dari aktivitas seksual, penularan HIV juga dapat terjadi jika cairan terinfeksi tersebut disuntikkan langsung ke pembuluh darah, misalnya dari pemakaian jarum suntik secara bergantian dengan orang yang terkontaminasi dengan Human Immunodeficiency Virus, menggunakan peralatan tato (termasuk tinta) dan tindik (body piercing) yang tidak disterilkan dan pernah dipakai oleh orang dengan kondisi ini.

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS - Bagian 1

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS - Bagian 1 Tatto

Memiliki penyakit menular seksual (PMS) lainnya seperti klamidia atau gonore. Virus HIV akan sangat mudah masuk saat sistem kekebalan tubuh lemah. Ibu hamil pengidap HIV/AIDS dapat menularkan virus aktif kepada bayinya (sebelum atau selama kelahiran) dan saat menyusui, melalui seks oral, melalui penggunaan alat bantu seks yang dipakai bergantian, melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi, memakai jarum suntikan dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi.

Namun, jangan salah sangka. Anda TIDAK dapat tertular virus HIV melalui kontak sehari-hari seperti:

  • Bersentuhan
  • Berjabat tangan
  • Bergandengan
  • Berpelukan
  • Cipika-cipiki
  • Batuk dan bersin
  • Mendonorkan darah ke orang yang terinfeksi lewat jalur yang aman
  • Menggunakan kolam renang atau dudukan toilet yang sama Berbagi sprei
  • Berbagi peralatan makan atau makanan yang sama
  • Dari hewan, nyamuk, atau serangga lainnya

- Terima kasih sudah membaca artikel ini. Yukk bersama kita mengedukasi masyarakat.  Mari kita bersama melawan covid-19 dengan self distancing, di rumah saja, cuci tangan, dan jaga kesehatan. Untuk pembahasan lebih detailnya bisa ditonton Youtube Dokterkulit Firda / Lewat Video Dibawah ini :

Jangan lupa subscribe, like, comment dan share ke teman-teman kalian ya..

#hiv #aids #hivaids #hariaidssedunia #youtubedokterkulitfirda #dokterkulitfirda #dokterfirdaspkk #dokterjerawat #dokterflek #dokterhits #dokterkulithits #dokterkulitsurabaya #dokterkulitbangil #dokterkulitpasuruan #dokterkulitpandaan #dokterkulitwanita #dokterkulitbagus #hafiraskincare

 

Image placeholder
Dr. Firda N. Kusdwiharto, Sp. KK, FINSDV

Founder Klinik Spesialis Kulit & Kelamin, Estetika dan Anti Aging