Artikel

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2

15 Januari 2021

Hallo beauty people.. Selamat datang kembali di channel youtube Dokterkulit Firda. Dalam rangka memperingati hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Des 2020, sebagai bentuk solidaritas dan kampanye Menuju akhir  AIDS 2030 Di segmen “know you know” kita akan kupas tuntas tentang “HIV dan AIDS"

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2

Gejala HIV

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2

Infeksi HIV muncul dalam tiga tahap:

  • Tahap pertama adalah serokonversi, yakni periode waktu tertentu di mana antibodi HIV sudah mulai berkembang untuk melawan virus.
  • Tahap kedua adalah masa ketika tidak ada gejala HIV yang muncul.
  • Tahap yang ketiga merupakan tahap akhir infeksi HIV.

Tahap Pertama

Setelah masa inkubasi sekitar 1-3 bulan, orang yang terinfeksi virus HIV akan mengalami sakit mirip seperti flu (Flu like sindrom) selama 1-2 minggu.  Kemudian, setelah kondisi tersebut, HIV dapat tidak menimbulkan gejala apa pun selama beberapa tahun. Fase ini disebut sebagai serokonversi. Anti bodi virus mulai dapaat dideteksi kira-kira 3-6 bulan sesudah infeksi.

Gejala HIV yang paling umum terjadi adalah:

  • Flu like sindrom (demam, athralgia, malaise, anoreksia)
  • Tenggorokan sakit
  • Muncul ruam Pembengkakan noda limfa
  • Diare
  • BB turun berlebihan
  • Kelelahan
  • Nyeri otot dan sendi

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2 Flu LIke Sindrom

Tahap Kedua

Setelah gejala awal menghilang, biasanya HIV tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun. Dalam periode ini infeksi HIV berlangsung tanpa menimbulkan gejala. Virus terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh. Pengidap akan tetap merasa sehat. Bahkan, ia bisa saja sudah menularkan infeksi kepada orang lain. Tahap ini dapat berlangsung dari sekitar 5 tahun hingga lebih dari 10 tahun (rata-rata sekitar delapan tahun).

Tahap Ketiga

Tahap ini disebut juga sebagai tahap HIV simtomatik.  Apabila pengidap HIV tidak mendapat penanganan tepat, virus akan melemahkan tubuh dengan cepat. Pada tahap ketiga ini, pengidap lebih mudah terserang penyakit serius yang dikenal sebagai ARC (AIDS Related Complex). Tahap akhir ini dapat berubah menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Klasifikasi CD4

Infeksi akut bila  CD4 ; 750-1000/ ml.

Infeksi kronis  asimtomatik (fase laten) bila CD4: >500/ml.

Infeksi kronis simptomatik  penurunan immunitas sedang  bila CD4 : 200-500/ml, penurunan immunitas berat   bila CD4 <200/ml

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)

Merupakan sindroma dengan gejala penyakit infeksi oportunistik atau kanker tertentu akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh infeksi HIV.

Jika HIV dibiarkan, kondisi ini bisa berubah semakin parah menjadi AIDS, berbagai gejala AIDS yang dapat muncul seperti :

- Sariawan tebal pada lidah atau mulut oleh karena infeksi jamur

- Infeksi jamur vagina yang parah atau berulang

- Penyakit radang panggul kronis

- Infeksi parah dan sering mengalami kelelahan ekstrem yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya dan mungkin muncul bersamaan dengan sakit kepala dan atau pusing.

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2 Jamur di rongga mulut

Berbagai gejala AIDS yang dapat muncul:

  • Turunnya berat badan lebih dari 5 kg yang bukan disebabkan karena olahraga atau diet
  • Diare yang lebih sering.
  • Sering demam dan berkeringat di malam hari.
  • Pembengkakan atau mengerasnya kelenjar getah bening yang terletak di tenggorokan, ketiak, atau pangkal paha
  • Batuk kering yang terus menerus
  • Sering mengalami sesak napas

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2 Berat Badan turun drastis

Berbagai gejala AIDS yang dapat muncul:

  • Perdarahan pada kulit, mulut, hidung, anus, atau vagina tanpa penyebab yang pasti
  • Ruam kulit yang sering atau tidak biasa
  • Mati rasa parah atau nyeri pada tangan atau kaki
  • Hilangnya kendali otot dan refleks, kelumpuhan, atau hilangnya kekuatan otot
  • Kebingungan, perubahan kepribadian, atau penurunan kemampuan mental

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2Pruritic Papular Eruption

Apa komplikasi dari HIV/AIDS?

1. Infeksi kuman lain bisa terjadi lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan. Adapun berbagai infeksi yang biasanya muncul yaitu tuberkulosis, infeksi sitomegalovirus, kriptokokus meningitis, toksoplasmosis, dan cryptosporidiosis.

2. Kanker Orang yang mengalami AIDS juga bisa terkena penyakit kanker dengan mudah.  Jenis kanker yang biasanya muncul yaitu kanker paru-paru, ginjal, limfoma, dan sarkoma Kaposi.

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2 Sarkoma Kaposi

3. Tuberkulosis (TBC) .

Tuberkulosis (TBC) merupakan infeksi paling umum yang muncul saat seseorang mengidap HIV.  Pasalnya, orang dengan HIV/AIDS tubuhnya sangat rentan terkena virus.  Oleh sebab itu, tuberkulosis menjadi penyebab utama kematian di antara orang dengan HIV/AIDS.

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2 Penderita TBC Paru

4. Candidiasis.

Candidiasis adalah infeksi yang juga sering terjadi akibat HIV/AIDS. Kondisi ini menyebabkan peradangan dan menyebabkan lapisan putih dan tebal pada selaput lendir mulut, lidah, kerongkongan, atau vagina.

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2 Candidiasis Oris

5. Kriptokokus Meningitis.

Meningitis adalah peradangan pada selaput dan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Meningitis kriptokokal adalah infeksi sistem saraf umum pusat yang bisa didapat oleh orang dengan penyakit HIV/AIDS.  Kriptokokus yang disebabkan oleh jamur di dalam tanah.

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2

6. Toksoplasmosis.

Infeksi yang mematikan ini disebabkan oleh Toxoplasma gondii, parasit yang menyebar terutama melalui kucing, Kucing yang terinfeksi biasanya memiliki parasit di dalam tinjanya. Tanpa disadari, parasit ini kemudian dapat menyebar ke hewan lain dan manusia. Jika orang dengan HIV/AIDS mengalami toksoplasmosis dan tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan infeksi otak serius seperti ensefalitis.

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2 KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2

7. Cryptosporidiosis.

Infeksi ini terjadi disebabkan oleh parasit usus yang umum ditemukan pada hewan.  Biasanya seseorang bisa terkena parasit ini cryptosporidiosis ketika Anda menelan makanan atau air yang terkontaminasi. Nantinya, parasit akan tumbuh di usus Anda dan saluran empedu, menyebabkan diare parah kronis pada orang dengan AIDS. Selain infeksi, Anda juga berisiko mengalami masalah neurologis dan masalah ginjal jika memiliki penyakit AIDS.

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2

8. Cytomegalovirus.

Cytomegalovirus yang dikenal dengan sebutan CMV, HCMV, atau Human Herpes Virus 5 (HHV5). biasanya ditularkan dalam bentuk cairan tubuh seperti air liur, darah, urin, air mani, dan air susu ibu.  Sistem kekebalan tubuh yang sehat akan membuat virus tidak aktif. Namun, jika sistem kekebalan tubuh melemah karena Anda mengidap penyakit HIV dan AIDS, virus dapat dengan mudah menjadi aktif. Sitomegalovirus dapat menyebabkan kerusakan pada mata, saluran pencernaan, paru-paru, atau organ lain.

KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2 KETAHUI SEMUA DETAIL HIV DAN AIDS PART 2

Point Pentingnya

Dengan mengetahui apa dan bagaimana penularan HIV AIDS, maka kita dapat mendiagnosa HIV AIDS secara dini, sehingga kita dapat mengurangi resiko penderita HIV jatuh menjadi AIDS.  Jangan lupa ikuti episode NOW YOU KNOW di edisi berikutnya, yang akan membahas  tentang bagaimana cara memastikan seseorng terinfeksi HIV AIDS atau tidak dan bagaimana terapinya.

- Terima kasih sudah membaca artikel ini. Yukk bersama kita mengedukasi masyarakat.  Mari kita bersama melawan covid-19 dengan self distancing, di rumah saja, cuci tangan, dan jaga kesehatan. Untuk pembahasan lebih detailnya bisa ditonton Youtube Dokterkulit Firda / Lewat Video Dibawah ini :

Jangan lupa subscribe, like, comment dan share ke teman-teman kalian ya..

#hiv #aids #hivaids #hariaidssedunia #youtubedokterkulitfirda #dokterkulitfirda #dokterfirdaspkk #dokterjerawat #dokterflek #dokterhits #dokterkulithits #dokterkulitsurabaya #dokterkulitbangil #dokterkulitpasuruan #dokterkulitpandaan #dokterkulitwanita #dokterkulitbagus #hafiraskincare

 

Image placeholder
Dr. Firda N. Kusdwiharto, Sp. KK, FINSDV

Founder Klinik Spesialis Kulit & Kelamin, Estetika dan Anti Aging