Artikel

Latar Belakang Owner Hafira Skin Care

AESTHETIC+, Edisi 49 | Juni 2019

MY PASSION IS MY HOBBY

Diakui oleh Dr. Firda N. Kusdwiharto, SpKK,FINSDV, pada mulanya ia enggan menjadi dokter spesialis kulit dan kelamin, dan lebih enjoy menjadi dokter umum. Saat menjadi dokter umum ini, ia merasa pasiennya sudah sangat banyak, dan banyak pasien sudah seperti saudara. Namun ternyata, dorongan sang suami yang begitu kuat, membuatnya menjadi dokter spesialis kulit yang terkenal di kota kelahirannya, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur dan di Surabaya

Selain dorongan suami, Ir. Wiluyo Kusdwiharto, MBA, dokter yang akrab disapa dr. Firda ini mengatakan ada dua motivasi yang membuatnya memilih spesialis kulit dan kelamin. Pertama, ia ingin pendidikan spesialisnya tidak mengurangi kewajibannya sebagai seorang ibu dari dua anak yang kala itu masih kecil. "Sebagai istri dari pegawai PT. PLN (Persero) yang mengharuskan suami saya sering mutasi, membuat saya harus berperan sebagai single parents. Jadi kalau saya ambil fakultas atau jurusan yang besar, misalnya dokter kandungan , yang mengharuskan saya sering jaga malam, tentu akan susah menjaga anak - anak saya, sementara suami tidak sekota dengan saya. Alasan kedua, jurusan ini sesuai dengan passion saya yang 'ingin membuat orang bahagia' karena bidang kulit terutama kosmetik berbeda dengan bidang kedokteran lain," ujar ibu dari Safira Fakhrizah Wildani, yang saat ini tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, dan Hasan Faizal Wildan, yang duduk di bangku SMAN 9, Surabaya.

 

  • TIDAK PERNAH BERHENTI BELAJAR

Menurut dr. Firda, di bidang kulit, apa yang kita lakukan dapat langsung terlihat hasilnya, sehingga pasien yang tadinya sedih, bisa langsung bahagia. Jadi seperti membuat harapan baru bagi para pasien.

  • Apa lagi keunikan bidang ini dibandingkan bidang lainnya?

Sangat banyak, apalagi dengan berkembangnya dunia aesthetic dan anti-aging. Dulu, kita hanya bergelut di bidang penyakit kulit dan kelamin, sekarang kita dituntut untuk terus meng-update ilmu kita. Setiap tahun selalu ada alat baru, teknik baru, dan penemuan obat baru. Jadi kita tidak boleh berhenti belajar, walaupun sampai ke luar negeri. Sebagai contoh, dalam membeli alat baru, kita harus teliti dan cermat, tidak asal beli. Kita juga harus tau benar prinsip, cara kerja dan manfaat ke depannnya. Sementara dari bidang penyakit kulit dan kelamin, dengan adanya media sosial dan pergaulan bebas, membuat kita sangat prihatin, karena hubungan seksual pranikah semakin meningkat di kalangan usia muda, dan mengakibatkan banyaknya kasus penyakit menular seksual. Hal ini disebabkan karena kurangnya info dan pendidikan seksual di kalangan usia remaja.
 

  • Selama ini, suka duka apa saja yang sudah anda alami?

Banyak sukanya dari pada dukanya, karena bagi saya profesi dokter kulit merupakan panggilan jiwa, dan selelah apapun saya tetap happy. My passion is my hobby. Di bidang kosmetik, sering kali pasien datang ke klinik dengan kulit yang berjerawat parah, tipis, memerah, bakan berflek akibat pemakaian produk yang tidak bertanggungjawab. Sementara kita tahu bahwa proses penyembuhan membutuhkan waktu yang lama tapi pasien inginnya cepat pulih seperti sediakala. Hal-hal seperti inilah yang membuat dokter harus sabar. Paradigma wajah putih seakan menjadi akar masalah dari banyaknya kasus kosmetik saat ini. Sementara di bidang penyakit kulit, seringkali pasien menjadi shock begitu mereka tahu dirinya terkena penyakit menular seksual, seperti sifilis, gonorrhea atau kencing nanah, kutil kelamin, herpes simplek, bahkan HIV-AIDS. Untuk menangani kasus-kasus di atas, perlu pendampingan agar mental pasien tidak down.
 

  • Bagaimana dengan kendala? Ada pernah menemukan yang sulit selama ini?

Seperti yang sudah saya jelaskan, paradigma yang tidak tepat tentang definisi cantik menjadi pemicu kasus kosmetik di Indonesia saat ini. Seringkali media sosial maupun iklan selalu mengidentikkan cantik itu dengan wajah putih, akibatnya iklan pemutih pun marak di mana-mana, baik untuk wajah dan badan. Seringkali saya menemui kasus pasien dengan wajah yang rusak atau badan penuh dengan strie atau bilur- bilur putih akibat pemakaian pemutih yang bercampur dengan steroid. Inilah kendalanya, karena memerlukan ke sabaran untuk mengedukasi pasien agar merubah mindset mereka bahwa wajah cantik tidak identik dengan kulit putih, tapi kulit yang sehat, segar, dan bebas jerawat.
 

  • Sebagai pakar di bidang ini, apa pendapat Anda tentang dunia kedokteran di Indonesia, terutama di bidang kulit dan kelamin?

Yang jelas semakin maju dan sebanding dengan negara lain. Banyak event internasional yang diselenggarakan di Indonesia, terakhir bulan Agustus 2018 lalu, Indonesia tepatnya Surabaya dipercaya mejadi tempat Regional Conference of Dermatology (Asian-Australian) yang ke-23.
 

  • Kekurangan apa saja yang Anda lihat, baik dari sisi masyarakat, pemerintah, atau mungkin dokter-dokter spesialis kulit dan kelaminnya?

Dari masyarakat, saya lihat mereka mudah terpengaruh iklan-iklan yang tidak bertanggungjawab di media sosial, sementara dari pemerintah kurang kontrol terhadap dunia maya atau media sosial tentang penjualan tersebut dalam menjual produk-produk kecantikan yang tidak baik untuk kesehatan. Kekurangan dari dokter spesialis kulit dan kelamin, tidak semua dokter kulit memiliki passion dibidang kosmetik anti-aging. Tapi Alhamdulillah, dengan banyaknya dokter spesialis kulit baru, semakin banyak yang menggelutinya.
 

  • Ke depannya, seperti apa harapan Anda?

Saya berharap pendidikan dokter kulit dan kelamin di Indonesia memasukkan kurikulum aesthetic anti-aging di dalamnya, sehingga setiap lulusan yang dikeluarkan sudah paripurna ilmunya disamping ilmu penyakit kulit dan kelamin. Karena aesthetic anti-aging saat ini sudah merupakan kebutuhan setiap manusia.
 

  • Bagaimana Anda meng-update ilmu dan pengetahuan Anda selama ini?

Saya sering mengikuti simposium dan workshop, baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk di lndonesia kita berkoordinasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin atau PERDOSKI, sedangkan untuk di luar negeri banyak sekali agenda yang bisa kita ikuti seperti tahun 2019 ini ada event 24th World Congress of Dermatology (WCD) di Milan, Italy, dan sebagainya. Selama ini saya selalu berusaha untuk ikut dalam event-event tersebut karena sangat terkait dengan kemampuan meningkatkan kompetensi dan keahlian saya. Alhamdulillah dengan ikut simposium, hobi saya travelling dan mengoleksi wastra nusantara juga terpenuhi. Saya sudah mengelilingi Indonesia dan 5 benua. Di setiap kesempatan saya usahakan untuk mengenal budaya suatu tempat termasuk wastranya. Saya hobi mengoleksi songket, tenun, batik dan sebagainya. Menurut saya, Indonesia negeri yang sangat indah, rugi kalau kita tidak mengenal budayanya. Tak kenal maka tak sayang. Dan saya berusaha untuk melestarikan budaya nusantara dengan memakai baju tradisional di setiap kesempatan yang memungkinkan seperti acara manten atau acara resmi kantor. Bagi saya baju tradisional akan membuat kita tampil elegan.
 

  • Untuk mendukung sebuah klinik kecantikan, selain keahlian dokter, juga diperlukan alat-alat berteknologi tinggi. Apa saja yang tersedia di klinik Anda?

Salah satunya alat Silkpeel Dermalinfusion yang saya beli dari PT. Redo Marketing Indonesia. Alat ini merupakan metode mengangkat sel-sel kulit mati secara mekanis dengan menggunakan diamond tip, sekaligus pada saat yang bersamaan memasukkan serum ke kulit wajah secara dermalinfusion. Hasilnya kulit wajah tampak segar, cerah, lembab dan bebas jerawat. Tersedia empat jenis serum; Lumixyl untuk mencerahkan kulit (glowing), Clarity untuk kulit berjerawat, Ultra Hydrating untuk melembabkan kulit wajah, dan Vit C Skin Solution untuk brightening. Perawatan lain yang tersedia adalah Ozone Jet Peeling, radiofrekuensi lifting, meso non-needle, cryolipolisis, healite, Intense Pulse Light atau IPL, High Intensty Focused Ultrasound atau HIFU, laser Spectra XT, electrocauter, autoroller, Hairmax, DermaPal, Platelet Rich Plasma atau PRP, dan electro surgery atau bedah listrik. Ada pula threadlift atau tanam benang, suntikan botulinum toxin atau botox, filler, body lightening program, vaksinasi untuk kanker serviks, kutil kelamin dan herpes zoster, vagina ozon, injeksi keloid, injeksi jerawat, bahkan slimming dan body treatment.
 

Image placeholder
Dr. Firda N. Kusdwiharto, Sp. KK, FINSDV

Founder Klinik Spesialis Kulit & Kelamin, Estetika dan Anti Aging